Serunya Menjahit Bersama Polja

Sejak kecil, saya melihat ibu saya menjahit tiap hari. Ya, karena menjahit pernah menjadi jalan rejeki keluarga kami. Ibu saya bisa menjahit aneka jenis model pakaian, bahkan yang jarang ada di pasaran. Adik saya pun rajin mengikuti fashion show, dengan membawakan baju hasil buatan ibu saya. Saya selalu takjub dengan karya ibu saya. Tapi saya tak sempat belajar menjahit dengam serius. Alhasil, saya tak memiliki keterampilan seperti ibu saya.


Saya pernah beberapa kali menjahit baju sendiri. Tapi saya rasa, belum sanggup untuk melakukannya setiap hari. Tapi saya akui, menjahit adalah keterampilan yang wajib kita kuasai. Jika tidak menguasai, ya minimal bisa menjahit untuk keperluan darurat: menjahit kancing, memendekkan celana/rok/baju atau menambal baju.


Nah.. karena ini merupakan keterampilan yang penting. Dan termasuk survival skill, saya ingin memperkenalkannya pada anak-anak. Dan.. harus orang yang tepat yang mengenalkannya. Orang yang profesional, ahli, antusias, bahagia dan senang berbagi ilmunya. Dan... saya bersyukur bisa kenal dengan Budhe Noor Widyaningsih, Founder Polja. 



Budhe Noor ini penemu metode belajar jahit kilat. Iya.. hanya dalam beberapa jam saja, kita bisa menjahit baju dengan model yang kita mau. 


Nisrin sudah pernah membuktikannya. Di usia menuju 11 tahun, Nisrin pernah belajar menjahit mukena di rumah Budhe, hanya dalam beberapa jam saja. Dan mukenanya masih dipakai hingga sekarang. ♥️


Dari pengalaman itu, Nisrin jadi bisa jahit-jahit sederhana saat ia mau. Dan beberapa waktu lalu, saat Nisrin perlu celana panjang dan baju atasan baru, saya tawari untuk belajar jahit lagi dengan Budhe. Dan anaknya langsung antusias. 


Alhamdulillah dapat slot waktu belajar dengan Budhe. Dan Nisrin memilih untuk belajar menjahit celana panjang dan tunik. 


Kami membeli bahan di toko perlengkapan jahit terdekat. Nisrin memilih katun jepang warna biru. Di harinya belajar, ia berangkat sendiri dengan ojek online. Sengaja tidak diantar, agar ia bisa fokus dan menikmati me time nya. 


Tidak banyak berkabar, saya mendapat kabar dari budhe melalui Whatsapp. 





Pulang dari workshop Polja, Nisrin hanya memamerkan hasil jahitannya. Tidak banyak cerita seperti biasanya... 

Keesokan harinya, barulah ia cerita sedikit-sedikit. Semacam diawet-awet, biar gak kehabisan cerita..

Yaaaaaa.. begitulah.. padahal bundanya udah pengen dengerin ceritanya dengan detail. Tapi dapetnya minimalis dan mode cicil. 😆😂

Saya minta Nisrin untuk mengulang kembali model yang sama, sebelum ia belajar model yang lain. Kapan? Semoga secepatnya.. 😁




Tidak ada komentar:

Posting Komentar