Review Ecowash Laundry Ball

Selama satu bulan ini, Saya mencoba menggunakan Ecowash Laundry Ball sebagai pengganti detergent pakaian. Kenapa? Karena Detergent itu kan terbuat dari bahan kimia, jadi pasti ada dampak buruknya. Meski ini sangat bergantung pada banyak hal yaa... Makanya harus coba alternatif pengganti detergent, misalnya Ecowash Laundry Ball ini.

Ecowash Laundry Ball

Nah.. Ecowash Laundry Ball merupakan salah satu solusi untuk mengganti detergent. Ecowash laundry Ball terbuat dari bahan thermoplastic yang biodegradable, recyclable, bebas bahan kimia, aman dan kuat. Sehingga bisa digunakan di segalam jenis mesin cuci, maupun dengan handwash. Ecowash Laundry Ball ini, berisi 4 macam butiran-butiran keramik:
  1. Butiran Alkali, berfungsi untuk meningkatkan kadar pH air hingga kadar yang sama dengan yang dihasilkan oleh detergent. Sehingga membantu melepaskan kotoran dan minyak yang menempel di kain.
  2. Butiran Far-Infrared, berfungsi untuk memecah molekul-molekul air menjadi lebih kecil, meningkatkan daya gerak molekul dan menurunkan tekanan permukaan air, hasilnya... kotoran jadi lebih mudah lepas.
  3. Butiran anti mikroba, berguna untuk menghilangkan jamur, organisme patogen, dan bau. 
  4. Butiran penghilang klorin, mampu menetralkan kadar chlorine/kaporit pada air, sehingga melindungi dari oksidasi, melemahkan tekanan permukaan kain. Sehingga meningkatkan daya cuci, melindungi pakaian dari pudarnya warna, dan melindungi elastisitas kain.
Cangkang Ecowash Laundry Ball yang kuat

Mengintip isi Ecowash Laundry Ball
Awalnya... Saya mencoba Ecowash Laundry Ball di bilasan cucian clodi. Biasanya saya perlu 3 kali bilas untuk menghilangkan bau pesing campur detergent. Ditambah lagi, residu detergent yang masih saja tersisa, membuat clodi jadi kasar dan kaku. Makanya di bilasan kedua saya sering menggunakan pelembut pakaian, kemudian dibilas lagi dengan air. Padahal, penggunaan pelembut pada clodi sangat tidak disarankan. Beda dengan Ecowash laundry Ball ini, baru satu kali bilas setelah cuci, baunya langsung netral dan kainnya tidak kasar/kaku ketika sudah kering.

Mencuci clodi dengan Ecowash laundry Ball

Dari pengalaman pertama itu, Saya coba mencuci Clodi tanpa detergent, hanya menggunakan Ecowash Laundry Ball. Caranya: Clodi dibilas dulu supaya  menghilangkan kotoran dan najis. Kemudian direndam di mesin cuci bersama Ecowash Laundry Ball selama 15-30 menit. Setelah itu diputar selama 5 menit. Hasilnya... bersih, segar dan lembut! Heran deh pokoknya. 

Untuk clodi yang terkena noda pup, saya pre-treat dulu dengan Ecowash Stick, hasilnya... nodanya hilang lho... Ecowash Stick ini juga sangat ramah lingkungan karena terbuat dari aneka bahan alami.

Clodi bersih dengan Ecowash laundry Ball

Setelah berhasil dan puas mencuci clodi dengan Ecowash laundry Ball, Saya mulai menggunakan bola pencuci ini untuk pakaian saya dan anak-anak. Caranya sama, noda-noda bekas makanan/tinta/getah buah/minyak yang biasanya sulit hilang, saya pre-treat dulu dengan Ecowash Stick. Setelah itu direndam bersama Ecowash laundry Ball selama 15 - 30 menit, lalu diputar selama 5 menit. Hasilnya... pakaian memang bersih, indikatornya adalah, pakaian tidak bau (aromanya segar netral), bagian bawah rok/celana, manset tangan, siku, kerah bersih dari noda. Bahkan biasanya, setelah pakai detergent pun.. noda di bagian tersebut susah hilangnya, harus disikat dulu. Nah.. ini pakai Ecowash laundry Ball tanpa sikat-sikat, kok bisa hilang yaa...? Heran sambil seneng deh pokoknya...

Baca Juga Review Clodi Pempem

Mencuci Pakaian dengan Ecowash Laundry Ball
Air rendaman menjadi agak putih setelah 20 menit.

Mencuci pakaian dengan Ecowash Laundry Ball
Setelah direndam dan diputar di mesin cuci, air menjadi keruh, tapi tidak bau.
Setelah diputar satu kali, sebetulnya sudah bersih, tapi kalau saya lebih memilih dibilas satu kali lagi, diputar di mesin cuci selama 3 menit, masih menggunakan Ecowash Laundry Ball. 

Ecowash laundry Ball juga memudahkan Saya dalam mencuci Bedcover, pakaian bekas main di pantai yang penuh dengan pasir menempel, dan lap untuk bersih-bersih. Jika cuciannya super duper kotor, bisa juga direndam dulu dengan tambahan detergen. Ecowash Laundry Ball bisa digunakan bersamaan dengan detergent. Bahkan membantu meningkatkan daya cuci detergent. 

Mencuci Bedcover dengan Ecowash
Lebih mudah mencuci sprei dan bedcover dengan Ecowash
Pewangi juga sudah hampir tidak digunakan lagi, karena cucian ketika kering sama sekali tidak apek. Kalau untuk pewanginya, saya masih menggunakan parfum/pewangi pakaian ketika menyetrika. 

Ecowash Laundry Ball ini efektif digunakan untuk mencuci sebanyak 1000 kali. Dengan asumsi 5 kg cucian untuk 1 kali cuci. Kalau Saya yang biasa mencuci 3 kali sehari, maka bisa digunakan selama kurang lebih 11 Bulan. Coba bandingkan dengan biaya mencuci menggunakan detergent dan pewangi selama 11 bulan. 3*30*Rp.1.500=Rp.135.000,-/bulan, dikali 11 bulan, Rp. 1.485.000,- Sementara Ecowash Laundry Ball.. harganya hanya Rp.150.000,- Wooww.... ekonomis sekali kan... Bisa di switch buat tabungan liburan tuh... *.*

Ecowash Laundry Ball juga bikin mesin cuci awet, mesin cuci jadi tidak perlu lama-lama diputar/dijalankan. Meski ada bunyi glutuk-glutuk, permukaan Ecowash dirancang tidak merusak dinding bagian dalam mesin cuci. Tidak ada sisa detergent yang membuat mesin cuci kotor. Syaratnya, ikuti aturan pakainya, jangan digunakan dengan air panas, jangan membuka cangkang Ecowash nya ya... ;)

Ecowash Stick harganya Rp. 25.000,- dipakai hanya untuk noda-noda berat, Saya sudah mencoba di noda bekas pup, darah, buah naga, jeruk, susu coklat, dan noda minyak. Hasilnya memang bersih. 


Baju Kirei yang terkena noda Buah Naga, bersih dengan Ecowash Stick
Kesimpulannya, Ecowash Laundry Ball ini recommended sekali... Teman-teman bisa cari tahu lagi informasinya di website resmi Ecowash Laundry Ball. Atau klik gambar di bawah ini.

Ada 4 varian warna Ecowash
Jadi.... ketika ada pertanyaan, mungkin gak sih... Kita meninggalkan yang namanya detergent? Kalau Saya sih Yes! Nah terus, kenapa juga harus ninggalin detergent? 

Detergent terbuat dari proses penyulingan minyak bumi yang diberi berbagai tambahan bahan kimia, seperti surfaktan (bahan pembersih), alkyl benzene (ABS) yang berfunsi sebagai penghasil busa, abrasif sebagai bahan penggosok, bahan pengurai senyawa organik, enzim, lemak, karbohidrat, pengencer air, anti karat, dan yang lainnya (Lutfi, 2013). Banyak amat yaaa...

Penggunaan detergent yang terbuat dari bahan kimia, sudah pasti limbah detergent yang kita pakai membawa dampak buruk bagi lingkungan:
  • Sulit diuraikan oleh mikroorganisme, sehingga mengancam stabilitas lingkungan hidup.
  • Detergent menghancurkan eksternal lendir yang melindungi ikan dari bakteri dan parasit. Juga menyebabkan kerusakan pada insang. Detergent dengan konsentrasi rendah saja, yakin 5 ppm sudah bisa membunuh telur ikan. Apalagi kalau lebih banyak ya? @.@
  • Menurunkan kualitas air.
  • Residu detergen yang masuk ke danau/perairan menyebabkan salah satu penyebab tidak terkendalinya pertumbuhan eceng gondok. Pertumbuhan eceng gondok yang terlalu tinggi, menyebabkan kadar oksigen berkurang, kehidupan biota air akan mengalami degradasi dan unsur hara meningkat. Akibatnya, ikan-ikan kekurangan bahan makanan, cepata mati, bahkan bisa cacat akibat mutasi gen. Subhanallah.... kok jadi serius sekali dampaknya ya?
Detergent juga membawa dampak buruk bagi kesehatan, yakni bisa menyebabkan iritasi kulit. dan berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh University of Washington, semua detergent setidaknya mengeluarkan satu karsinogen yang menurut EPA masuk kategori beracun atau berbahaya. o.O

Bahan bibit pengharum juga berdampak buruk pada kesehatan reproduksi, yaitu penurunan jumlah dan kualitas sperma. Sedangkan bahan pemutih, dapat menggangu kesehatan paru-paru, kinerja saraf hingga kanker. 

Jadi gimana dong...? Apakah detergent di pasaran itu aman? Hmm... tentunya sekarang ini detergent sudah diperbaiki formulasinya, tapi tetap saja tidak menghilangkan resiko-resiko di atas yaa..  Minimal kita memilih detergent yang tidak mengandung fosfat atau rendah fosfat, dan tidak banyak busanya. Pewangi dan pemutih juga sebaiknya diminimalisir penggunaannya. Tapi... lebih baik laki jika kita bisa mengganti detergent dengan alternatif lain seperti Ecowash Laundry Ball atau lerak.

Saya pernah mencoba lerak sebagai pengganti cairan pencuci piring ketika mengikuti fesper. Lerak merupakan tumbuhan yang dikenal sebagai detergent alami. Sekarang ini biasa digunakan untuk mencuci batik tulis. Tapi sebenarnya lerak bisa digunakan untuk mencuci baju, piring, pengganti shampoo dan untuk mandi. 

Lerak Detergen Alami
sumber: othervisions
Tapi untuk lerak, Saya belum bisa kasih review, karena pengalaman Saya dalam menggunakan lerak masih minim. mudah-mudahan nanti ada kesempatan untuk bisa mengenalnya lebih dalam. Hehehe... kaya mau taaruf-an aja...

Semoga artikel saya bermanfaat, dan bisa menambah referensi bagi teman-teman yang ingin lebih menjaga lingkungan dengan cara Go Green. See you on the next post.. ;)

Sumber:
http://ecowash.org/
http://lutfi-fpk11.web.unair.ac.id/artikel_detail-73950-Lingkungan-Dampak%20Limbah%20Detergen%20bagi%20Lingkungan.html
http://chemistranger.blogspot.co.id/2012/01/deterjen-dan-bahayanya.html

6 komentar:

  1. Ini hanya untuk nyuci clodi aja kah Mbak?

    keluargahamsa(dot)com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Enggak mba... saya sudah cuci semua pakaian, termasuk sprei dan bedcover menggunakan ecowash laundry ball. Coba dibaca lagi postingan saya...

      Hapus
  2. Mom kalau sy pake ecowash utk nyuci 2 ember cucian, 1 ember isinya baju dll 1 lagi isinya cldoi& insert, nyucinya dalam 1 waktu tapi dipisah,itu termasuk dalam sekali pemakaian atau 2x ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2 kali, kan ecoball nya 1 kali direndam..

      Hapus
  3. Klo nyuci pake tangan pemakaian ecoball gimana teh?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Direndam aja teh.. Terus dikucek2 bajunya. Untuk ecoball kondisi baru agak aneh bin ajaib sih.. Karena bisa ngilangin noda dan bau. Padahal gak pake deterjen.

      Hapus