Rabu, 26 April 2017

Pesta Gelembung Sabun

Dalam rangka membuat anak-anak betah di rumah.. (Karena Kami baru pindahan... ^.^), Saya membuat aneka kegiatan seru bareng anak-anak. Nah... Siang tadi, kami membuat Bubble Snake. :D


Seru banget.... Karena.gelembungnya bisa memanjang seperti ular... Dan bisa dipegang dan diremas remas. Nisrin menyebutnya bubble slime.. Meski tidak seperti slime sih...


Evelyn menyebutnya sebagai salju gelembung sabun. Karena memang bisa dilempar-lempar seperti ketika main lempar bola salju. :D

Setelah, puas main... Anak-anak main hujan-hujanan di halaman belakang, lalu mandi.


Karena bahan gelembungnya dibuat banyak, sore harinya Kami bisa mengajak anak gank perpus main juga.




Saya pikir... Si gelembung sabun ini tak akan memikat anak-anak kelas 6+. Ternyata salah.... Justru mereka sangat menikmati bermain gelembung, dan setuju untuk menganggapnya seperti salju. Hahahaha....



Ada seorang anak gank perpus yang biasa menemani adik balitanya main. Saya pikir, permainan seperti ini akan sangat disukai anak balita.. Jadi saya memintanya untuk mengajak adiknya main. Tapi ternyata... Dia memerlukan me time!

"Jangan ah... Biarin aja adik mah.. Mau mandi. Aku juga pengen bisa main sendiri.."

Mendengar itu, ada perasaan bahagia.. Karena bisa memfasilitasi anak-anak main, dan memberi kebahagiaan kecil bagi mereka. Dan sekaligus menjadi pengingat, bahwa Nisrin yang setiap hari menemani adik-adiknya juga perlu bermain tanpa adiknya. ^.^

Pesta gelembung sabun ini berakhir dengan jalan yang penuh gelembung. Tapi tak apa... Karena setelahnya, hujan menyapu gelembung-gelembung, dan menyisakan petrichor yang segar.

Oh iya.. Bubble Snake ini mudah sekali dibuatnya. Pertama, buat dulu peniup gelembungnya. Caranya:

  • Siapkan botol bekas minuman ringan, ukuran 1 liter dan kaos kaki. 
  • Potong 1/3 bagian bawah botol.
  • Regangkan kaos kaki hingga menutupi lubang botol yang baru dipotong tadi. 


Setelah itu... Kita buat larutan gelembungnya, ini bisa dibuat bermain gelembung yang besar juga..

Bahan:
6 cup air
1/2 cup detergen cair/cairan pencuci piring
1/2 cup tepung maizena
1/2 cup gula
2 sdm baking powder

Campurkan semua bahan berurutan sambil diaduk rata. Larutan gelembung.. Siap dimainkan...

Temani anak bermain selama 15 menit, setelah itu.... Anak-anak akan asyik main sendiri. Hehehe... Kita harus pintar membuat anak-anak sibuk main supaya bisa jadi bunda cekatan kan... (beberes, masak, cuci cuci... >.<)

selamat bermain... :D

Minggu, 09 April 2017

Portofolio Evelyn (Bagian 2)

Evelyn masih bersemangat untuk menuangkan ide spontannya. Hari Sabtu kemarin, Evelyn menyelesaikan rumah mainan buatannya. Lengkap dengan tempat tidur dan lemarinya.


Ia juga membuat paper craft dari kertas lipat, katanya... Itu adalah robot gantung. :D


Evelyn juga rajin sekali menggambar. Sebagian ia jadikan kado. Dan ini sebagian yang belum ia selesaikan.


#Day10
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunSayIIP

Sabtu, 08 April 2017

Portofolio Evelyn

Hari Selasa, 4 April 2017, Evelyn mulai bisa bangun dari tempat tidur. Sejak hari itu juga, ia selalu berusaha untuk membuat aneka kreasi. Mulai dari gambar, boneka, sampai diorama. Saya tidak pernah memberi instruksi atau contoh. Evelyn adalah tipe anak yang spontan melakukan kreatifitas. Jadi, saya bebaskan ia untuk membuat apa saja dengan bahan dan perlengkapan yang ada. 


Sebelumnya saya menggabungkan portofolio gambar Nisrin dan Evelyn. Namun tiba-tiba Evelyn berkata.. "Aku mau map sendiri khusus gambar-gambar aku." Wahhh... dia inisiatif untuk menyusun portofolio milikinya sendiri,

Sedangkan untuk diorama, dan hasil karya 4 dimensi, sebagian akan disimpan di meja pajangan (Bekas menaruh mainan) atau difoto, dan dipajang hasil cetaknya. 

Namun, dengan melakukan projcet ini, ada hal yang terjadi:


  1. Kirei, jadi mati gaya atau usil. Dia ingin berkreasi, tapi hasilnya tak sesuai imajinasinya. Dan berujung tangisan. Atau, dia ingin main bersama Evelyn, tapi Evelyn khusyu' jadi dia mati gaya dan usil pada Evelyn. Dan berujung dengan tangisan keduanya. @.@
  2. Nisrin, tertarik dengan project nya Evelyn yang tentu dianggap mudah oleh Nisrin. Dia jadi merasa, kalau project Evelyn lebih mudah dan miliknya lebih sulit. Dampaknya, projectnya berjalan lamban. 

Mudah-mudahan saya bisa lebih antusias dan semangat dalam mendampingi mereka. Karenaa... itu dia. Anak-anak tidak pernah bosan untuk bebas belajar. Justru orang tua yang cenderung cepat bosan. Hhhaaa.... cepet-cepet istighfar Bunda...... >.<

#Day9
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunSayIIP

Jumat, 07 April 2017

Siaran Radio Rumah Nisrin

Sepulang dari Perak, Nisrin mendapat feedback mengenai kekuatannya di bidang Story Telling. Saya sendiri belum memfasilitasi Nisrin untuk lebih mengekplorasi talent nya di bidang komunikasi. Saya sempat berbicara dengan Mba Ade, tentang sebaiknya Nisrin mendapat mentor yang tepat.

Mencari mentor memang gampang-gampang susah. Sempat bertemu orang yang kompeten dan bisa menjadi mentor Nisrin, namun jarak dan waktu membatasi gerak kami. Jadi sampai sekarang, Nisrin belum dibimbing secara khusus. 

Kemudian, Saya mendapat feedback supaya Nisrin tetap bersiap untuk bertemu dengan mentornya kelak. Entah siapa. Namun rumus dari Pak Dodik dan Bu Septi: Murid Siap, Guru Akan Datang dengan Sendirinya (Mestakung). Maka... untuk mempersiapkan Nisrin, maka saya mengusulkan pada Nisrin untuk mencoba siara radio. dan ternyata Nisrin cukup antusias.

Kenapa hanya cukup antusias? Kenapa Nisrin tidak sangat antusias?

Karena Nisrin jarang mendengarkan radio. Meskipun ia kerap bermain peran sebagai penyiar radio bersama adik-adiknya. Jadi ia belum mendapat gambaran, "apa sih enaknya jadi penyiar radio betulan?" Nisrin sudah pernah kunjungan ke Radio di Cianjur, dan melihat bagaimana mereka siaran. Sepertinya, Nisrin harus coba untuk melakukan kunjungan lagi. Insyaa Allah..

Meskipun baru di level "cukup antusias"...sekarang Nisrin sudah membuat draft Timelime Siaran dan sedang menyusun draft siaran perdananya. Kita akan mencoba siaran pada hari Rabu, 12 April 2017 Pukul 19.00 WIB. Rencananya, jika Nisrin nyaman dan enjoy dengan prosesnya, Nisrin akan siaran 2 minggu sekali.


Mudah-mudahan ini bisa menjadi proses belajar yang menyenangkan. Nantikan info selanjutnya yaa... ;)


#Day8
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunSayIIP

Project: Memulihkan Kesehatan

Sepulang dari Perak, project Kami adalah memulihkan kesehatan. Karena, secara estafet kami sekeluarga sakit demam, batuk dan flu. Alhamdulillah.. Saya dan Kirei cukup mengkonsumsi Suplemen herbal, Propolis, Kurma, Madu dan Teh Jahe Wangi. Sedangkan Evelyn, Nisrin dan Ayahnya harus mengkonsumsi obat tambahan.


Evelyn yang tidak bisa makan selama beberapa hari, saya paksa untuk mengkonsumsi kurma, madu dan minyak zaitun. Karena... darimana asupan nutrisi tubuhnya jika ia tidak makan sama sekali? Alhamdulillah, meski dua hari pertama penuh drama.. sekarang dia sudah merasakan sendiri kalau minum herbal itu lebih enak dan aman. Jadi sekarang Evelyn sudah jarang terdengar batuk, dan tanpa dipaksa, ia mau minum aneka herbal.

Hari Selasa 4 April 2017, Nisrin dan Ayahnya pergi ke Subang. Bapak Tua (Kakek Nisrin) sakit. Saya membekali mereka obat-obatan dan minyak herbal untuk memijat. Alhamdulillah, sampai di Subang, ternyata Bapak Tua sudah sembuh. Tapi sepulang dari Subang, Nisrin dan Ayahnya yang sakit.

Kami membeli tambahan herbal lainnya. seperti minyak habbatus sauda, vco dan omega squa. Alhamdulillah.. Ayah Nisrin mulai fit, tinggal Nisrin. Tapi, karena ada anggota keluarga yang masih sakit. Maka konsumsi herbal dan suplemen kesehatan tidak dikurangi, Bukan apa-apa, khawatir drop atau tertular lagi.

Jadi, saya bertugas sebagai PJ Pemulihan Kesehatan, Ayah Nisrin sebagai penyedia herbal dan suplemen kesehatan. Setelah melakukan project ini, Nisrin sudah bisa minum soft gel ukuran besar. Evelyn tidak lagi menangis ketika minum obat. Dan Kirei semakin suka minum madu.

Semoga kami bisa terus menjaga kesehatan, supaya bisa "belanja ide kebaikan" dan belajar menebar kebaikan.

#Day7
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunSayIIP


Kamis, 06 April 2017

Perak 2017, Hari Ketiga

Hal yang dinanti selain kelas-kelas dan forum Perak adalah... pakai kaos Perak!! :D
Karena, bagi Saya yang jarang membuat couple/family outfit, Kaos Perak adalah family outfit satu-satunya... Bahkan, foto keluarga yang paling ketje, hanya bisa didapatkan di Perak (LOL)

Di hari ketiga, ada sesi jalan-jalan ke kebun teh dan shooting video clip Ramadhan bersama Perak!! Tapiiii.... rute yang terlalu jauh, plus kondisi Kirei yang demam, membuat kami mundur santai di tengah perjalanan. Saya gendong Kirei, Ayah Nisrin gendong Evelyn. Nisrin bawa air minum. Alhamdulillah... olahraga banget yaaa...


Setelah ituu... ada sesi bagi-bagi kado. Kirei yang demam, tertidur pulas. Jadi, Saya dan Ayah Nisrin bergantian menjaganya. 

Nisrin tukar kado dengan anak Mba Ressy. Evelyn dengan family creator. Kirei tukar kado dengan Zia Batita (Karena ada 3 Zia). 

Untuk kado keluarga, kami bertukar kado dengan Omah X-Pressi. 

Alhamdulillah... anak-anak bahagia menerima kadonya. Kita juga dapat tambahan hadiah dompet cantik dari Mba Noor #DoyanDolan, kartu kwartet dari KPK, kreasi botol dari mba Farida, dan ikan tuna.... dari Path2Along Family.... ^.^

Setelah acara selesai, kami bergegas ikut foto bareng... Takut ketinggalan lagi, dan bergegas cari-cari mas Elan.. "Mas Elan... kami belum foto keluarga!!" wkwkwkwk.... maaf ya mas Elan, ini penting sekali. Karena ini foto keluarga yang istimewa. Hihihi...

Selesai acara, kami pamit dengan beberapa keluarga.. Pak Dodik dan Bu Septi. Juga mendapat wejangan supaya yakin kalau anak-anak adalah anak yang hebat, dan bisa jadi orang hebat. Aaamiin...

Hatur Nuhun Perak's Family.. kami pulang membawa banyak moment, ilmu, feedback dan hadiah. :D
Sampai jumpa tahun depan, di Malang. ^.^

Konmari project ini dimulai ketika Game Perak 2017 dimulai. Seharusnya, bulan ini seharusnya sudah sampai ke level 3. Oh iya.. bagi teman-teman yang belum tahu, Level 1 konmari adalah pakaian dan kain. Level 2 adalah buku dan kertas.
Level 3 adalah dapur.
Saya putuskan untuk mengajak anak-anak untuk melanjutkan ke level 3, dalam waktu 2 hari. Kenapa? Karena kami akan menuju Perak. Saya rasa rumah harus dalam keadaan rapi dan kondusif ketika ditinggalkan. Karena ketika kami pulang dari Perak, tentu memerlukan istirahat. Dan membawa ide-ide project lainnya. Jadi... Ini harus segera diselesaikan.

Anak-anak sebelumnya sudah berlatih kemandirian dalam mencuci bekas makannya masing-masing (Masih di tahap pembiasaan). Nisrin juga sudah terbiasa memasak nasi dan bantu menata perabotan dapur.

Jadi, ini saat yang tepat untuk menata kembali dapur kami.

Sore, pukul 16.30 anak-anak merapikan kembali kamar masing-masing. Kenapa? Karena di kamar anak-anak biasanya ada banyak peralatan dapur yang digunakan untuk bermain.. :P

Kemudian semua peralatan disimpan di pantry, dicuci dan dipisahkan mana yang sparkling joy.. Yang unsparkling joy dipisahkan.

Alhamdulillah... Pukul 18.00 WIB sudah selesai disortir, lantai juga sudah dipel oleh Evelyn dan Kirei. Kami bisa makan malam dengan hati gembira sambil menunggu kedatangan Ayah. :)

Sampai hari ini anak-anak dan saya sendiri semakin merasakan betapa menjaga kebersihan dan kerapihan rumah itu perlu usaha ekstra. Ada kebiasaan-kebiasaan yang perlu diperbaiki terlebih dahulu jika ingin melampaui level konmari.

Misalnya, level 1 harus terbiasa meletakkan, memisahkan pakaian yang mau dicuci. Mencuci pakaian dalam sendiri. Menjemur, melipat dan menyetrika pakaian sendiri.

Level 2, terbiasa meletakkan kembali buku pada tempatnya. Memisahkan kertas-kertas gambar, struk belanja dll.

Level 3, harus terbiasa menyegerakan cuci piring, dan menyusun kembali strategi menu homemade food.

Masih banyak PR di level 3 ini, diantaranya adalah menyalurkan barang-barang dapur yang unsparkling joy dan mempercantik dapur. Mudah-mudahan besok bisa didelegasikan pada orang lain. Karena besok, kami harus mengerjakan project: Road to Perak, cheerful journey.


#Day6
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunSayIIP


Minggu, 02 April 2017

Perak 2017, Hari Kedua

Di tulisan Perak 2017, Hari Pertama, saya menulis sebuah harapan:

"Insyaa Allah besok pagi, bisa ngobrol saja dengan teman-teman. Atau dengan Bu Septi dan Pak Dodik, jika mereka tidak sibuk..."

Cara mengungkapkan harapannya kurang tepat...  harusnya, 

"Insyaa Allah besok pagi, saya akan merapat pada Bu Septi dan Pak Dodik supaya bisa ngobrol tentang ........................."

Ya... semoga ini jadi pelajaran dan selanjutnya lebih baik dalam membuat do'a dan harapan.

Karena.... di hari kedua, nyatanya Saya baru bertemu Pak Dodik dan Bu Septi sebelum upacara minum teh. Mereka tampak sibuk, saya lebih sibuk lagi.... @.@

Bunda: survei tempat dan siapkan perlengkapan minum teh.
Ayah: nemenin kirei yang keukeuh pengen berenang
Nisrin: jagain Evelyn ketika berenang dan membantu Evelyn dress up.

Sesi upacara minum teh tetap bisa diadakan, tadinya ingin mengajak anak-anak untuk membuat teh jahe wangi dan menyiapkan meja minum teh sebagai Perak's family forum. Tapi... anak-anak masih asyik berenang. Di Rumah Kidang Kencana tidak ada dapurnya. Jadi...nyatanya, kami hanya membagikan teh jahe wangi dan resepnya saja... Hhhee.....
Pak Dodik sempat menambahkan mengenai bagaimana prosesi minum teh di jepang menjadi sesuatu yang istimewa. Iya... minum teh adalah hal biasa, namun bisa dikemas oleh orang Jepang sehingga menjadi sebuah event yang melegenda dan sakral. 

Awalnya Upacara Minum Teh Nisrin juga seperti itu, ada roles, rules yang diterapkan. Tapi yaa... jadinya gitu deh,...

Satu-satunya foto dimana bisa 1 frame dg Bu Septi dan Pak Dodik.. Fu fu fu.... 

Meski banyak kurangnya, setelah mengadakan kelas upacara minum teh (yang seadanya itu...) muncul motivasi supaya membesarkan tea time yang sudah menjadi identik dengan family forumnya Hs Family. :)

Setelah upacara minum teh, ada sesi gamification bareng mas Eko Nugroho dan KPK. Di sana, ada sharing mengenai bagaimana menerapkan gamification dalam family project. Mengenai gamification ini kita lewat dulu pembahasannya yaa., :D

Di hari itu, seharusnya kami mengumpulkan feedback dari keluarga lain. Tapi ya gitu... Kami cuma sempat ngobrol dengan mba noor Doyan Dolan, dan Kang Zaki Firdaus Ark. Selebihnya, kami mendengarkan, ngemil dan main sama anak-anak.

Malam hari, ada pentas seni dari Perak's Family. Alhamdulillah Nisrin juga berhasil membawakan Kisah Sekantung Kurma. Tadinya kirei juga mau ngasih tebak-tebakan, tapi ternyata dia memilih untuk duduk saja di pangkuan Bunda. Ya sudah...


Setiap malam, sebenarnya ada sesi Tacit Knowledge.. Pengen sih.. tapi kan anak-anak sudah ngantuk, dan kalau memaksakan, kondisi saya dan kirei yang agak demam bisa tambah parah.

Jadi.. kami melewatkan malam hari dengan cuddling tanpa ber-tacit knowledge. Dan kalian tahu? Di Perak ini waktu bergulir 3 kali lebih cepat dari biasanya. Jadi kok perasaan cuma main, makan, ngobrol, makan, ngobrol dan selimutan.. :D




#Day5
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunSayIIP


Menelusuri Jejak Uang Donasi Alfamart

Sudah bertahun-tahun, kerap mendengar adanya pemberitaan kurang sedap mengenai penyaluran uang donasi konsumen Alfamart. Uang donasi? Iya, biasanya ketika ada kembalian receh, kasir Alfamart akan menanyakan, apakah uangnya akan disumbangkan? Dan... karena tidak tahu akan dikemanakan uang donasi itu, maka sebagian masyarakat akan menolak. Mereka, dan Saya sendiri biasanya memilih untuk mengambil uang kembalian receh tersebut. Yaa.. karena anak-anak punya celengan, jadi berpikir,  daripada gak jelas, mending masuk ke celengan anak-anak saja. 

Kurangnya informasi mengenai penyaluran donasi atau mungkin kurangnya usaha masyarakat untuk tabayyun, menjadikan isu uang donasi menyebar luas. Tidak perlu menyalahkan siapa-siapa. Tapi yang jelas, di hari Kamis, 30 Maret 2017, Blogger Cianjur diundang untuk menghadiri peresmian bangunan PAUD TK Anugerah di Desa Cibiuk Kecamatan Ciranjang Kabupaten Cianjur.



Lho.. lalu apa hubungannya dengan donasi konsumen Alfamart? 

Jadi... Alfamart atau PT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk tidak mengelola dana donasi uang kembalian ini sendiri. Jadi mereka mengumpulkan uang donasi, kemudian mengamanahkan dana tersebut pada pihak atau Yayasan yang terpercaya. Pihak yang pernah bekerja sama dengan Alfamart dalam mengelola dana tersebut, diantaranya: Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI), Yayasan Berani Bhakti Bangsa (YBBB), Habitat for Humanity (HFH) Indonesia, UNICEF, Yayasan Bahrul Maghfiroh Cinta Indonesia (Sumber: Merdeka) dan Yayasan Happy Heart Fund Indonesia (HHFI). 

Kali ini, Alfamart bekerja sama dengan Happy Heart Fund Indonesia (HHFI) untuk menyalurkan donasi dari konsumen alfamart. HHFI didirikan pada tahun 2015 bertujuan untuk membantu masyarakat kurang mampu dengan cara mendirikan atau merenovasi sekolah agar anak-anak mendapatkan semangat dan harapan baru melalui pendidikan yang lebih baik. 

Donasi konsumen Alfamart yang digunakan untuk merenovasi PAUD TK Anugerah Cianjur adalah donasi yang terkumpul pada periode 1-30 September 2014 dan 1-31 Agustus 2015. HHFI menyeleksi secara ketat, sekolah mana yang berhak menerima donasi. Berbagai macam kriteria, seleksi dan survei dilakukan untuk memastikan agar donasi diterima oleh pihak yang benar-benar membutuhkan. PAUD TK Anugerah sendiri memerlukan waktu 6 bulan sejak pengajuan permohonan bantuan sampai akhirnya terpilih menjadi penerima donasi. 

Renovasi PAUD TK Anugerah ini mencakup seluruh bagian sekolah. Mulai dari bangunan, penataan halaman, arena bermain, alat peraga, peralatan dan perlengkapan kegiatan belajar dan mengajar sampai fasilitas kamar mandi dan wastafel anak-anak.






Alhamdulillah, kini anak-anak usia dini di Desa Cibiuk mendapat kesempatan belajar yang lebih baik dengan adanya program Renovasi Sekolah dari Alfamart dan HHFI. 

Pada saat peresmian, para blogger dapat melihat bangunan sekolah baru dan fasilitas yang lengkap. Bukan hanya itu, berinteraksi langsung dengan pihak HHFI, Alfamart, Pengelola Sekolah dan Anak-anak membuat kebahagiaan itu semakin terasa. 

Pada acara peresmian kemarin, Alfamart tidak hanya menghadirkan acara seremonial, namun menghadirkan pula pertunjukkan dongeng sebagai media edukasi untuk anak. Anak-anak sangat antusias menyaksikan pertunjukan dongengnya, terlebih lagi sang pendongeng menggunakan wayang golek sebagai alat peraga.



Di akhir acara, Alfamart juga membagikan bingkisan berisi tas, perlengkapan makan dan makanan sehat. Wah... mereka pasti semakin semangat untuk berangkat ke sekolah untuk bermain dan belajar bersama. ^.^

Senang bisa mengetahui bahwa donasi para konsumen bisa benar-benar bermanfaat. Mudah-mudahan ke depannya Alfamart bisa lebih komunikatif dalam menyampaikan tujuan donasi konsumen Alfamart. Misalnya, ketika di kasir, ada poster yang menginformasikan kemana donasi bulan itu akan disalurkan. Jadi dengan jelasnya akad pemberian donasi, konsumen bisa merasa nyaman dan percaya untuk mendonasikan uang kembaliannya.

Donasi perorangannya memang kecil, tapi ternyata jika dikumpulkan dapat memberikan senyuman, harapan dan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

Minggu, 26 Maret 2017

Perak 2017, Hari Pertama

Akhirnya Kami sampai di Perak 2017. Sekitar pukul 10.30 kami tiba di Rancabali Tea Resort. Apa yang kali pertama dilakukan? Tentunya selain registrasi dan daftar ulang. Yaa.. anak-anak dan ayahnya langsung main di kolam renang air hangat. Saya sedang dalam kondisi tidak bisa main air atau berenang. Jadi saya hanya menangkap moment-moment yang terjadi dengan kamera HP.
Siang hari. Setelah makan siang s.d sore anak-anak bermain bersama kakak fasilitator. Nisrin belum bisa bermai dengan teman-teman seusianya. Karena Evelyn dan Kirei selalu membuntutinya.

"Nisrin.. Mainnya sama Evelyn dan Kirei terus, gak apa-apa?"

"Iya gak apa-apa, aku tetep seneng kok."

Di malam hari, seharusnya ikut sesi gamification bareng Pak Dodik. Tapi sakit kepala dan pernapasan yang tersumbat,.benar-benar membuat saya tak bisa duduk di Aula dengan banyak orang.

Insyaa Allah besok pagi, bisa ngobrol saja dengan teman-teman. Atau dengan Bu Septi dan Pak Dodik, jika mereka tidak sibuk...

Konmari project ini dimulai ketika Game Perak 2017 dimulai. Seharusnya, bulan ini seharusnya sudah sampai ke level 3. Oh iya.. bagi teman-teman yang belum tahu, Level 1 konmari adalah pakaian dan kain. Level 2 adalah buku dan kertas.
Level 3 adalah dapur.
Saya putuskan untuk mengajak anak-anak untuk melanjutkan ke level 3, dalam waktu 2 hari. Kenapa? Karena kami akan menuju Perak. Saya rasa rumah harus dalam keadaan rapi dan kondusif ketika ditinggalkan. Karena ketika kami pulang dari Perak, tentu memerlukan istirahat. Dan membawa ide-ide project lainnya. Jadi... Ini harus segera diselesaikan.

Anak-anak sebelumnya sudah berlatih kemandirian dalam mencuci bekas makannya masing-masing (Masih di tahap pembiasaan). Nisrin juga sudah terbiasa memasak nasi dan bantu menata perabotan dapur.

Jadi, ini saat yang tepat untuk menata kembali dapur kami.

Sore, pukul 16.30 anak-anak merapikan kembali kamar masing-masing. Kenapa? Karena di kamar anak-anak biasanya ada banyak peralatan dapur yang digunakan untuk bermain.. :P

Kemudian semua peralatan disimpan di pantry, dicuci dan dipisahkan mana yang sparkling joy.. Yang unsparkling joy dipisahkan.

Alhamdulillah... Pukul 18.00 WIB sudah selesai disortir, lantai juga sudah dipel oleh Evelyn dan Kirei. Kami bisa makan malam dengan hati gembira sambil menunggu kedatangan Ayah. :)

Sampai hari ini anak-anak dan saya sendiri semakin merasakan betapa menjaga kebersihan dan kerapihan rumah itu perlu usaha ekstra. Ada kebiasaan-kebiasaan yang perlu diperbaiki terlebih dahulu jika ingin melampaui level konmari.

Misalnya, level 1 harus terbiasa meletakkan, memisahkan pakaian yang mau dicuci. Mencuci pakaian dalam sendiri. Menjemur, melipat dan menyetrika pakaian sendiri.

Level 2, terbiasa meletakkan kembali buku pada tempatnya. Memisahkan kertas-kertas gambar, struk belanja dll.

Level 3, harus terbiasa menyegerakan cuci piring, dan menyusun kembali strategi menu homemade food.

Masih banyak PR di level 3 ini, diantaranya adalah menyalurkan barang-barang dapur yang unsparkling joy dan mempercantik dapur. Mudah-mudahan besok bisa didelegasikan pada orang lain. Karena besok, kami harus mengerjakan project: Road to Perak, cheerful journey.


#Day4
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunSayIIP


Sabtu, 25 Maret 2017

Road to Perak 2017, Plan B

Dalam perjalanan selalu ada hal-hal tak terduga. Seperti halnya Perak 2016, kali ini pun begitu.

Sabtu pagi rencana perjalanan Kami berubah. Kami putuskan untuk berangkat di minggu pagi, langsung ke Ciwidey. Ternyata keputusan ini bertepatan dengan kondisi kesehatan Kami yang tiba-tiba drop. Jadi... Beristirahat adalah keputusan yang tepat

Kebetulan di rumah ada home sharing pengobatan nabi dan herbal. Jadi kami ikut nyangkruk dulu. Selain itu... Karena Ada barang-barang yang sudah ada di Bandung, jadi kami harus mencari alternatif lain sebagai penggantinya. Alhamdulillah, di saat Kirei tertidur, Saya dan Nisrin bisa mencari barang-barang yang diperlukan.

Hikmah lainnya, saya dan Nisrin bisa punya waktu berdua. Evelyn dan Kirei pun mendapatkan kejutan membahagiakan. :)

Sampai malam ini, kami masih berusaha agar bisa berangkat ke Perak dengan kondisi sehat, supaya bisa mengikuti kegiatan dengan optimal.

Konmari project ini dimulai ketika Game Perak 2017 dimulai. Seharusnya, bulan ini seharusnya sudah sampai ke level 3. Oh iya.. bagi teman-teman yang belum tahu, Level 1 konmari adalah pakaian dan kain. Level 2 adalah buku dan kertas.
Level 3 adalah dapur.
Saya putuskan untuk mengajak anak-anak untuk melanjutkan ke level 3, dalam waktu 2 hari. Kenapa? Karena kami akan menuju Perak. Saya rasa rumah harus dalam keadaan rapi dan kondusif ketika ditinggalkan. Karena ketika kami pulang dari Perak, tentu memerlukan istirahat. Dan membawa ide-ide project lainnya. Jadi... Ini harus segera diselesaikan.

Anak-anak sebelumnya sudah berlatih kemandirian dalam mencuci bekas makannya masing-masing (Masih di tahap pembiasaan). Nisrin juga sudah terbiasa memasak nasi dan bantu menata perabotan dapur.

Jadi, ini saat yang tepat untuk menata kembali dapur kami.

Sore, pukul 16.30 anak-anak merapikan kembali kamar masing-masing. Kenapa? Karena di kamar anak-anak biasanya ada banyak peralatan dapur yang digunakan untuk bermain.. :P

Kemudian semua peralatan disimpan di pantry, dicuci dan dipisahkan mana yang sparkling joy.. Yang unsparkling joy dipisahkan.

Alhamdulillah... Pukul 18.00 WIB sudah selesai disortir, lantai juga sudah dipel oleh Evelyn dan Kirei. Kami bisa makan malam dengan hati gembira sambil menunggu kedatangan Ayah. :)

Sampai hari ini anak-anak dan saya sendiri semakin merasakan betapa menjaga kebersihan dan kerapihan rumah itu perlu usaha ekstra. Ada kebiasaan-kebiasaan yang perlu diperbaiki terlebih dahulu jika ingin melampaui level konmari.

Misalnya, level 1 harus terbiasa meletakkan, memisahkan pakaian yang mau dicuci. Mencuci pakaian dalam sendiri. Menjemur, melipat dan menyetrika pakaian sendiri.

Level 2, terbiasa meletakkan kembali buku pada tempatnya. Memisahkan kertas-kertas gambar, struk belanja dll.

Level 3, harus terbiasa menyegerakan cuci piring, dan menyusun kembali strategi menu homemade food.

Masih banyak PR di level 3 ini, diantaranya adalah menyalurkan barang-barang dapur yang unsparkling joy dan mempercantik dapur. Mudah-mudahan besok bisa didelegasikan pada orang lain. Karena besok, kami harus mengerjakan project: Road to Perak, cheerful journey.


#Day3
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunSayIIP