Senin, 18 September 2017

Mencoba Mini Budgeting

Mendidik anak agar cerdas finansial, menjadi tantangan besar lainnya. Karena, saya sendiri belum cerdas finansial. Beragam teori, sudah dilahap, tapi kurang terserap. @.@


Saya belum bisa mengelola uang belanja.ke dalam pos investasi maupun tabungan. Masih mengandalkan suami, untuk melakukan semua itu.

Ternyata, meski suami sudah mengambil peran manajemen finansial, kita harus tetap belajar dan praktek! Karena anak kita akan meneladani orang tuanya. Jika Ibunya tidak belajar, maka anaknya pun tidak akan jauh dari Ibunya.

Maka, setelah Tantangan Level #8 dipost, Saya mengajak Nisrin untuk membagi-bagi uang belanja ke dalam pos-pos Finansial.

Kami mencobanya selama 3 hari. Berhasil menyimpan pos tabungan.. Lalu gagal, karena kehabisan uang cash, dan perlu mendesak, ke ATM jauh..

Huhuhuhu... Belum berhasil..

#KuliahBundaSayang
#InstitutIbuProfesional
#GameLevel8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

Sabtu, 26 Agustus 2017

Staycation

Hari Jum'at biasanya merupakan harinya beres-beres. Sebisa mungkin, sebelum Ayah Nisrin pulang, rumah sudah rapi, bebas cucian piring, bebas tumpukan baju yang belum disetrika, dan ada bahan makanan yang siap dimasak atau saji dalam waktu singkat. Kalau hari lain? Biarlah saya dan anak-anak saja yang tahu.. :P

Karena hari Jum'at full merapikan rumah dan mengolah bahan makanan, maka hati sabtu menjadi hari wajib untuk staycation tanpa diiringi kegiatan housekeeping.

Saya dan anak-anak sangat menikmati kegiatan di rumah bersama Ayah Nisrin. Apalagi, Ayah Nisrin suka membuatkan masakan atau cemilan.

Pagi hari, setelah bermain di halaman belakang. Saya merasa lemas dan kehabisan energi. Padahal sudah sarapan. Kemudian, Ayah Nisrin membuatkan mie kuah spesial untuk saya... Wuihhh... Sudah lama gak makan mie. Sekalinya makan, dibuatkan oleh suami.. :*



Kemudian, di sore hari. Kami melakukan family forum di tangga rumah. Ngobrol ini itu, dan berencana untuk dinner di luar.

Namun baru juga setengah jam setelah family forum, kami merasa butuh cemilan. Kemudian Ayah Nisrin mengajak kami membuat pan cake.

Akhirnya Ayah Nisrin membuatkan pancake, dan kami urung makan di luar.


"Kenyang ya ngemil pancake, kita jadi makan malam di luar?" Ujarku pada anak-anak.

"Enggak ah.. Udah kenyang, kita di rumah aja."

Hehehe.... Alhamdulillah.. Perut kenyang, hati tenang, dompet aman... :DD

Tidak setiap hari, Ayah Nisrin bisa membuatkan makanan. Jadi, ketika moment itu datang.. Kami begitu berbinar-binar karenanya.

#KuliahBunSayIIP
#BundaSayang
#Tantangan10Hari
#Level7
#KeluargaBintang

Jumat, 25 Agustus 2017

Excellent in Memory Games

Hari ini kirei berkali-kali minta ditemani bermain memory games dan petak umpet boneka. Sepertinya, kegiatan memory games ini cukup menantang baginya. Sehingga, ia ingin melakukannya lagi dan lagi. Ketika saya ingin menyudahinya, dia berkata..

"Kan masih ada yang salah.."

Wow.. Ternyata kegiatan ini termasuk enjoy, easy dan excellent bagi kirei.

Bagi saya, ada 3-5 yang tidak tertebak itu udah bagus banget.. Tapi ternyata tidak bagi kirei. Dia ingin bermain terus, sampai tidak ada lagi yang salah.

Maaf ya.. Bunda menurunkan target pencapaian Kirei, padahal Kirei bisa jauh melampauinya dengan cara terus mencoba.

Aih.. Bunda harus banyak belajar dari Kirei.

#KuliahBunSayIIP
#BundaSayang
#Tantangan10Hari
#Level7
#KeluargaBintang

Kamis, 24 Agustus 2017

Jika Sudah Tiba Waktunya

Saya pernah menggegas suatu hal pada Nisrin, dan efeknya masih terlihat sampai sekarang. Itu semua karena saya tidak punya ilmu, belum mencari ilmunya, dan belum menemukan guru yang tepat.

Atas dasar hal itu, ketika saya belajar di IIP mengenai tahapan fitrah yang mesti dilalui anak, dan jangan menggegas anak untuk bisa, melakukan sesuatu atau belajar sesuatu, Saya langsung tersadar dan manut.



Setiap anak itu unik, dan ketika tiba waktunya, dia merasa perlu dan suka, maka ia akan belajar dengan sukacita dan haus akan ilmu.

Evelyn gemar sekali mendengarkan cerita-cerita Nisrin. Suka sekali dibacakan cerita. Tapi ia belum mau belajar baca. Bahkan dengan metode bermain pun, jika tahu itu berkaitan dengan belajar baca, ia tidak mau.

Ketika saya memfasilitasi anak-anak usia dini bermain dan belajar di Qurratu'aini, Evelyn asyik dengan kegiatan yang ia rencanakan sendiri. Ia akan ikut kegiatan di Qurratu'aini jika ia merasa ingin dan perlu.

Seminggu ini, Evelyn mulai menunjukkan minatnya. Ia telah menentukan gurunya.

"Aku mau belajar menulis sama Nisrin. Kalau belajar baca, boleh deh sama Bunda."

Aakss.... Boleh deh sama Bunda.. Mak jleb gitu rasanya ya...

Evelyn tipe anak visual, penuh imajinasi, dan berbakat dalam menyusun perencanaan detail.

Ia sudah bisa membaca suku kata ba, ca, da, dst. Namun ketika suku kata itu digabungkan, ia membayangkan asosiasi dari masing-masing suku kata tersebut. Dan kemudian ia bingung, bagaimana menggabungkan asosiasi tersebut dan berbunyi menjadi sesuatu yang berbeda.

Misal ba, ia akan membayangkan baju. ca ia akan membayangkan cabai. Bukannya langsung menggabungkan bunyi ba dan ca menjadi baca, ia malah menggabungkan baju dan cabai. Dan ia merasa bingung, kenapa baju dan cabai, lalu menjadi baca. Hehehehe....

Akhirnya, untuk tahapan menggabungkan suku kata ini, saya pending. Saya menstimulus evelyn dengan langsung membaca kata, 2 kata dan kalimat sederhana. Sehingga ada kosakata sehari-hari yang sudah bisa ia baca dan tulis sendiri.

Tapi ia sadar, bahwa untuk bisa membaca lancar ada kunci yang harus ia gunakan.
Dan hari ini, kuncinya mulai terbuka.

Ia meminta bantuan saya untuk menemaninya belajar baca.

"Bun.. Sekarang aku ngerti, kalau belajar baca, yang dibayanginnya gak usah disebutin. Yang dibayangin itu biar kita inget bunyinya apa. Jadi biasa digabungin."

Dan hari ini, setelah tiba waktunya.. Evelyn minta ditemani belajar baca, belajar mengaji, hafalan dan shalat berjamaah. :D

Beda lagi dengan kirei, ia sudah paham mengenai kunci yang baru ditemukan Evelyn. Sehingga, ketika Evelyn belajar baca, Kirei pun ikut belajar baca dengan tahapan dan level yang sama.

Tidak jarang, kirei yang memberi tahu Evelyn apa bunyi dari suatu huruf hijaiyah atau suku kata.

Alhamdulillah, Evelyn tidak murung ketika diberi tahu oleh kirei. Dia malah kagum pada kirei.

Bukan drill ya.. Tapi kirei minta sendiri,
"Kirei mah cepet ngerti soalnya seneng mengingat.. Memory games aja aku kalah.. Kalau aku kan senengnya berkreasi dan menggunting. Tapi kirei juga belajar dari aku, jadi aja bisa juga.. Haduuuh... Kirei.. Kirei... " ujarnya dengan mata yang berbinar-binar.

#KuliahBunSayIIP
#BundaSayang
#KeluargaBintang
#Tantangan10Hari
#Level7

Rabu, 23 Agustus 2017

Jangan Ganggu Aku

Mendampingi anak untuk menemukan binar-binar terhadap suatu bidang itu penuh lika-liku. Hari lalu antusias, belum tentu dengan hari ini. 

Evelyn yang biasanya senang menata hidangan sarapan atau makan siang, hari ini justru menghindar. Kirei yang biasanya senang sekali bikin-bikin, malah tidak antusias. Bisa jadi karena Bundanya yang kurang variatif, bisa juga karena anak-anak memang sedang ingin melakukan hal lain di luar kebiasaan. 

Perjalanan menuju sekolah Qurratu'aini juga banyak tantangannya. Mulai dari rengekan, berebut, merajuk. Perfectly Imperfect. Psst... ini hampir tiap hari lho.. @.@

Tapi bersyukur sekali, Evelyn dan Kirei justru mau ikut kegiatan di Qurratu'aini. Kegiatan pagi tadi adalah menakar, menuang beras dan kacang hijau. Perlengkapan yang digunakan, biasa saja, seadanya. Tidak diada-ada. Tapi ternyata anak-anak antusias, mau mengantri dan menyimak aturan atau instruksi.


Instruksinya sederhana, berupa pertanyaan-pertanyaan singkat. Misal:

  • Siapa yang pernah pegang beras dan kacang hijau?
  • Pernah tidak bantu bunda memasak beras atau kacang hijau?
  • Lihat, di sini ada toples kecil. Kira-kira perlu berapa sendok ya supaya penuh? Kalau menuangnya menggunakan plastic cup, perlu berapa kali tuang ya?
Di rumah, kirei juga antusias jika dibolehkan menuang beras untuk dimasak. Apalagi ini, ia diperbolehkan untuk memainkan beras dan kacang hijau sendiri. Evelyn, juga tak disangka-sangka, ternyata masih menikmati kegiatan seperti ini. Haduhh maafin bunda ya... masih membatasi kegiatan anak-anak.

"Ayo kirei, waktunya makan cemilan..."
"Aku lagi main ah! Jangan ganggu."

Dan akhirnya Bundanya menanti hingga ia selesai bermain.

#KuliahBunSayIIP
#BundaSayang
#Tantangan10Hari
#Level7
#KeluargaBintang


Selasa, 22 Agustus 2017

Discovery Bottle (Bagian 1)

Hari ini sebetulnya banyak kegiatan, tapi yang paling wajib ditulis di sini adalah kegiatan membuat Discovery Bottle.


Ketika Nisrin berusia 4 tahun, Kami pernah membuat discovery bottle. Dan.. Sangat menyenangkan...

Kali ini kami membuat discovery bottle merahputih.

Awalnya, kami ingin membuat minyak berwarn merah, dan air berwarna putih.

Tapi ternyata, tidak ada pewarna makanan yang oil based. Cat minyak pun tidak ada. Lalu kami tetap mencoba menggunakan pewarna makanan biasa (yg cair), untuk ditambahkan ke dalam minyak, dan diaduk rata. Untuk air, kami menambahkan cat poster berwarna putih.

Minyaknya berwarna merah! Tapi ada serbuk-serbuk yang tetap saja tak mau menyatu. Hasilnya, discovery bottle merah putih, berubah menjadi orange pink. :D


Dan lucunya, setelah beberapa jam, pink yang dihasilkan adalah pink fluorescent. Wow... Kok bisa ya..

Evelyn paling antusias dalam kegiatan ini. Dia suka dengan kegiatan yang bertahap, dan bersifat eksperimen.

Yuk.. Kita bikin discovery bottle yang lainnya...

#KuliahBunSayIIP
#BundaSayang
#Tantangan10Hari
#Level7
#KeluargaBintang

Senin, 21 Agustus 2017

Key to Soul

Hari ini Saya banyak sekali membersamai kegiatan anak-anak dengan mindfullness.. Energi dan fokus yang diperlukan memang tinggi, tapi responnya memang luar biasa. 
Anak-anak jadi penuh semangat, dan binar-binar di matanya begitu tampak.

Pagi hari, anak-anak begitu semangat membuat project "Rumput yang Bergoyang". Projectnya sederhana, membuat rumput-rumput halaman bergoyang terkena sapuan lidi, dan yang sudah tinggi bisa tercabut. Hehehe.... 

Setelah project Rumput yang Bergoyang, anak-anak bebas main sampai waktunya kami menyiapkan makan siang.

Saya membuat forum yang hangat, dengan tujuan mengorek makna "Key to Soul" milik Evelyn. 

Kemarin malam Evelyn tantrum, kemungkinan karena dia sedang panas dalam, dan tidak enak badan. Dia menangis, berteriak, melempar bantal, dan tak mau didekati. Ketika saya menawarinya pelukan, minum susu atau ngemil. Dia malah berteriak...

"Key to Soul dulu ah!!"

What?!! Key to soul? Serius? Key to soul adalah teka-teki/petunjuk mengenai sesuatu yang dapat meluluhkan hati seseorang jika sedang marah.

Dan ini.. adalah key to soul milik Evelyn untuk Bunda.


Saya tidak berhasil memecahkannya, jadi.. Selama beberapa jam Evelyn menjauhi dan sinis pada saya. Untungnya tantrum Evelyn reda, setelah Ayahnya membuatkan omelet keju. 

Saya dan Nisrin penasaran, apa makna key to soul yang Evelyn buat. Ternyata...

"Eh.. Aku salah nulis, harusnya nulis Bunda tapi malah nulis Nisrin." Gubrag...... :DD

"Ini tuh gambar perempuan, yang artinya bunda. Benang kusut artinya masalah. Kalau ada masalah bunda dr rumah harus keluar, nanti menemukan sesuatu benda yang membuat masalah itu selesai."

Mendengar itu saya belum paham juga. Jadi benda key to soul nya ada diluar rumah?

"Iya.. Ada di luar.. Tapi aku sebenarnya lupa nyimpen barangnya dimana." Gubraaaag.... To the max!! Wkwkwkwkw... Dia sendiri aja lupa.

"Terus ini maksudnya apa ada gambar TV?"

"Itu bukan TV, itu alat untuk monitor detak jantung. Itu kan di layarnya garis doang, artinya mati. Selesai. Benang kusut, monitor detak jantung mati. Masalah selesai."

Gustiiiiii..... @.@ speechless deh.

Akhirnya saya mengusulkan untuk merubah format key to soul, supaya lain kali lebih mudah dimengerti. Awalnya dia tidak setuju.

"Yaa namanya key to soul memang harus sulit dipecahkan. Biar bener-bener berusaha!"

Tapi akhirnya dia setuju. Dan kami bersama-sama membuat key to soul.

Setelah itu, mood Evelyn benar-benar bagus. Dia bermain dengan Nisrin, membuat baju boneka dari kaos yang sudah tak dipakai, membuat kacamata lucu, dan membuat omelet mie. Kemudian kami bermain boneka sampai waktunya shalat ashar.

Baju boneka dari bekas t-shirt
Kacamata lucu buatan kirei :DD


Kacamata lucu buatan Evelyn
Kacamata lucu buatan nisrin

Bikin sendiri omelet mie

Ba'da maghrib, anak-anak antusias untuk mengaji dan murajaah. Ba'da isya kirei punya permintaan khusus.

"Ayo kita belajal jalimatika."

Hhaaa.... Kaget saya.. Karena dia diam-diam memperhatikan Nisrin yang sedang senang dg jarimatika. Dan ia penuh rasa ingin tahu. 

Lalu kami bermain jarimatika, sampai lelah dan berkata..

"Udah dulu.. Ngantuk, tidur dulu ya Bunda. Besok lagi mainnya."

Wkwkwkwk.... Kesannya Bundanya yang maksa ngajak main. 

Alhamdulillah, saya melihat binar-binar ketika anak-anak membuat project, crafting, family forum dan bermain bersama. 

Semoga besok jiwa dan raga ini kembali siap menghadirkan mindfullness.

#KuliahBunSayIIP
#BundaSayang
#Tantangan10Hari
#Level7
#KeluargaBintang

Minggu, 20 Agustus 2017

3 Kegiatan yang Menggugah Semangat

Memasak sepertinya mulai menjadi aktivitas rutin yang menyenangkan bagi anak-anak. Tapi mereka tidak seantusias dulu, tidak ada binar-binar yang muncul. Bisa jadi binar-binar itu tak muncul karena makanan yam dimasak, itu-itu saja. Kurang inovasi. Jadi catatan penting nih..

Hari minggu ini, Ayahnya ingin membayar janji pada anak-anak untuk main ke taman. Maka pagi tadi, kami ke Taman Prawatasari untuk sekedar belanja kebutuhan pokok dan duduk-duduk sambil ngemil. 

Anak-anak begitu semangat, padahal Kami sering ke Taman Prawatasari. Iya.. Namanya anak-anak, pasti senang jika diajak main di taman.

Setelah asyik di taman, kami pulang, istirahat lalu menyiapkan kegiatan masak memasak lagi. Di sela-sela kegiatan memasak, Nisrin dan Evelyn tampak merencanakan sesuatu. Ternyata benar, mereka sedang merencanakan crafting menggunakan botol-botol bekas. 

Mereka berhasil membuat pengerjaan tahap awal. Dan.. Binar-binar di mata mereka, bisa tampak dengan jelas.

Di saat antusiasme mereka masih tinggi, Ayahnya menambahkan kejutan lainnya. Ayahnya membuka family forum, dan mencetuskan project "Perjalanan 2 1/2 Gulden" di bulan September. 

Di bulan September, Saya ada rencana untuk mengikuti kegiatan IIP Bandung, maka dari itu, harus direncanakan supaya kegiatan ke Bandung jadi lebih bermakna bagi kami sekeluarga.


Nisrin yang sangat gemar membuat perencanaan Event langsung gerak cepat. Ia membawa selembar kertas dan spidol. Ia langsung membuat mind map dan aneka check list. 

Woww.... Dan saya yang sedang tidak siap untuk brainstorming, jadi berasa diderek oleh kereta super cepat. 

Hari ini, ada 3 kegiatan yang bisa membuat anak berbinar-binar. Pertama kegiatan piknik ke taman, kedua Crafting, dan ketiga Merencanakan Event Project.

#KuliahBunSayIIP
#BundaSayang
#Tantangan10Hari
#Level7

Sabtu, 19 Agustus 2017

Attracted to Paper

Hari Sabtu adalah hari masak-masak dan main sama Ayah. Pagi hari, Evelyn dan Nisrin sudah mengambil peran dalam kegiatan memasak. Evelyn memilih untuk memotong tempe, sementara Nisrin mengolah sayur bayam. Tidak seperti biasanya, Kirei hanya turut mengamati. Tapi keuntungannya adalah, proses memasak jadi cepat. 

Sayur bayam, tempe bacem, ayam goreng, lalab dan sambal dadak adalah menu yang sederhana dan cepat untuk dibuat. Alhamdulillah... perut kenyang, hati senang...

Hal ini penting sekali buat anak-anak, terutama Evelyn. Evelyn The Sensitive Child ini akan ceria dan produktif jika sudah makan nasi dan minum susu. Dan.. benar saja, setelah perutnya terpuaskan, dia mulai berkreasi.


Evelyn yang ceria, akan senang hati mengajak kirei untuk ikut berkreasi dengannya. Ia membuat kreasi kado untuk anak gank perpus yang berulang tahun sabtu ini. Kirei pun dengan antengnya mengikuti arahan Evelyn. Ini benar-benar hal yang "langka". Karena biasanya, selalu ada aksi perebutan diantara Kirei dan Evelyn. Tapi tidak kali ini. :D

Evelyn selalu tertarik dengan kreasi menggunakan kertas. Sejak usia 1 tahun, Evelyn sudah akrab dengan kegiatan menggunting kertas. (Portofolio Evelyn)

Saya tidak melakukan intervensi apapun ketika Evelyn berkreasi. Karena ia sudah punya imajinasi dan rencananya sendiri. 

Jika mood Evelyn sedang bagus, apapun hasilnya dia akan merasa bangga dan puas. Tapi... jika sedang kurang bagus, maka intervensi kecil saja bisa membuat ia sedih dan menghentikan kreasinya. 

Alhamdulillah... kreasi kadonya selesai dan dia puas dengan hasilnya. Meski lidah saya ini tak tahan untuk berkata, 

"Oh.. pakai kertas kado juga... kok tumben, biasanya mengguntingnya lebih rapi dari ini." (Jangan ditiru, lain kali harus lebih produktif lagi responnya.. >.<)

Untungnya Evelyn tidak tersinggung, dia malah tertawa kecil lalu berkata... 
"Hehehehe... habisnya aku bingung, ada rambut gajah kecil-kecil banget, nanti udah rapi-rapi tetep aja susah di bagian rambutnya. Ya udah aku gunting kaya begini aja."

Dan... tiba-tiba Saya ingat dengan doll house paper craft yang dibuat beberapa tahun lalu. Kala itu Evelyn baru berusia 2 tahun. Namun ia bisa menggunting sesuai pola, dan sangat berhati-hati karena ingin guntingannya rapi.



Mungkin seharusnya saya harus lebih sering memberikan aneka paper craft template pada Evelyn, dengan level yang semakin meningkat. Jadi kemampuannya bisa semakin terasah. 

Mudah-mudahan selanjutnya saya bisa lebih peka dan terencana, karena ketertarikan Evelyn pada paper craft ini memang sangat tinggi. Jadi akan amat disayangkan jika ia tidak diberi kesempatan untuk mengasah skill nya menjadi Excellent.

#KuliahBunSayIIP
#BundaSayang
#Tantangan10Hari
#Level7
#KeluargaBintang

Jumat, 18 Agustus 2017

Respon Terhadap Perubahan dan Bermain

Pagi hari, anak-anak sudah menanti Ayahnya yang memberi kabar akan pulang di pagi hari. Anak-anak sangat senang, karena bisa di rumah bersama Ayahnya. Anak-anak juga senang, jika tidak harus pergi ke mana-mana di hari Jum'at. 

Terlebih lagi Nisrin. Dia biasanya sudah merencanakan kegiatan di rumah bersama adik-adiknya. Dan, ia bisa leluasa mengajak saya bermain. Ya… dia senang sekali jika bisa bermain dengan Bundanya.

Tapi ternyata ada yang tak terduga, Ayahnya tidak bisa sampai rumah di pagi hari. Dan kami harus ke sekolah Qurratu’Aini. Awalnya Nisrin tampak kecewa, bad mood. Lalu tiba-tiba setelah berpakaian dan berdiam diri di kamar, ia mendadak ceria. 

“Jum’at Jazzy libur ya bun? Jazzy ikut Bunda Rini gak hari ini?”

Saya langsung tersenyum. Nisrin selalu antusias jika bisa bertemu dengan saudaranya sekaligus sahabatnya ini, jazzy.

Sesampainya di Sekolah Qurratu’aini, Nisrin tampak semangat. Ia mendapati, Jazzy juga ada di sana. Dan itu artinya, ia bisa puas bermain dengan Jazzy. Ia langsung berbinar-binar mengajak Jazzy bercerita. Entah cerita apa lagi yang ia bagi dengan Jazzy. Nisrin punya deretan cerpen yang bisa ia dongengkan pada Jazzy dan Evelyn.  Dan sampai sekarang, saya belum pernah mendengar ceritanya secara utuh, selain dari Evelyn yang menceritakan ulang.

Jelas sekali, Nisrin berbinar-binar ketika bisa menceritakan cerita buatannya pada Jazzy atau Evelyn. Namun keseruan itu tidak berlangsung lama. Kondisi tubuh Jazzy yang kurang fit, membuat Jazzy bad mood dan tidak ingin bermain. Emosi tersebut menular pada Nisrin. Dia cemberut sejak siang, dan tidak tau harus melakukan apa.

Kemudian, Bunda Eva mengajak anak-anak untuk bermain matching card. Nisrin mulai ceria dan semangat. Meski dia sedikit kesal, karena ia dikalahkan oleh Kirei dalam permainan tersebut. :D

Kirei tipe kinestetik,
gayanya itu sering dilakukan juga saat sedang makan.. :D

Menang di permainan matching cards
Hebat... Kirei daya ingatnya kuat..
Hari ini, saya mengamati respon-respon anak-anak dalam menghadapi kejadian tak terduga. Banyak sekali PR yang harus saya jadikan perhatian. Diantaranya adalah fleksibilitas dan kemampuan anak-anak dalam menghadapi  sesuatu yang baru atau tak terduga. Dan.. materi level  #1  s.d #6 wajib saya ulang dan praktekkan lagi. Karena semuanya bergitu berkaitan dan terintegrasi.

Meski demikian, hari ini, saya bersyukur masih bisa menemukan binar-binar pada diri anak-anak ketika bermain matching card bersama-sama. Demikian… fitrah anak memang suka bermain. Kita juga kan? Ayo main sama Nisrin... ^.^

#KuliahBunSayIIP
#Bunda Sayang
#Tantangan10hari
#Level 7

#KeluargaBintang