Minggu, 10 Desember 2017

Kempi: Mengusir Monster Dingin

Akhir-akhir ini, Kempi sering merasa kedinginan. Kemudian ia jadi ingin tidur terus dan lupa makan. 

Ternyata, bukan hanya Kempi saja yang merasa demikian. Semua penduduk bukit rupa-rupa merasakan hal yang sama.

Seorang ahli bukit, kemudian menyelidikinya.. Ternyata, semua ini disebabkan oleh monster dingin!

Monster dingin bisa berubah menjadi apa saja yang dingin. Tapi bukan sembarang dingin...Dinginnya membuat orang-orang jadi malas bangun, lupa makan dan merasa sedih. 

"Aku harus menghentikan ulah Monster Dingin!" Ujar kempi dengan tekad yang kuat. 

Kemudian Kempi menuju perpustakaan dan mencari buku tentang monster dingin.


"Ketemu!" Kempi bersorak sambil memegang sebuah buku yang sudah usang.

"Owhh... Ternyata monster dingin bisa hadir kapan saja. Ada banyak hal yang dapat mengusirnya. Yang paling mudah adalah..  Melompat-lompat dengan semangat!"

Howaaa Kempi.merasa sangat takjub, karena kini ia punya alasan untuk mengajak penghuni bukit rupa-rupa untuk melompat-lompat sepuasnya

Kempi mengajak semuanya berkumpul di padang rumput, untuk kemudian melompat-lompat bersama. 

Kini semuanya merasakan hawa hangat dan tidak merasa kedinginan lagi. 

👆 terinspirasi dari Kirei yang senang mandi berendam cukup lama. Dan senang melompat-lompat.

#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBundaSayang
#InstitutIbuProfesional

Sabtu, 09 Desember 2017

Kempi: Bepergian Bersama Teman

Kakek Kempi mengirim surat! Di dalam surat itu, Kakek bercerita bahwa ia sudah sangat rindu pada Kempi.

Ayah Kempi kemudian mengajak Kempi untuk mengunjungi Kakek di bukit seberang sungai.

Perjalanannya jauh! Karena itu, Ayah membolehkan Kempi mengajak 2 orang temannya.


Kempi kemudian mengajak Gami si beruang putih dan Lupi si Burung pipit, untuk ikut bersamanya. 

Jumat, 08 Desember 2017

Kempi: Pisang Rasa Ubi

"Bunda.. Aku mau main sama Kucing di Padang Rumput ya..."

"Bagaimana kalau Kempi bantu bunda mengambil pisang di kebun..?"

"Tapi nanti aku boleh ke padang rumput ya Bunda?"

"Iya..."

Kemudian Kempi mengambil 1 sisir pisang di kebun dan membawanya ke dalam rumah.


"Bunda.. Pisangnya boleh langsung dimakan?"

"Ini harus dimasak dulu Kempi.."

"Kempi mau bantu!"

"Baiklah.. Kempi kupas pisangnya dulu ya.. Bunda siapkan adonannya ya"

Kempi memgupas semua pisang, lalu membantu Bunda membuat adonan.

"Kempi mau mengaduk adonan.."

Kempi memgaduk adonan dengan semangat, sampai-sampai mukanya belepotan terkena cipratan adonan.

"Kempi.. Lihat, wajahmu jadi lucu.. Hihihihi..." Ujar bunda tertawa geli melihat wajah Kempi.

"Kempi suka memasak! Tapi.. Kira-kira pisang gorengnya enak tidak ya?"

"Ayo kita goreng.."

Bunda membantu Kempi mencelupkan pisang yang telah dilumuri adonan. Setelah semua pisang digoreng, Kempi menatanya di piring cantik.

"Tunggu Bunda.. Kita belum siapkan tehnya.."

Kempi bergegas menyiapkan perlengkapan minum teh, dan menatanya di meja.

"Waahh.. Hari ini kita pesta minum teh!"

Saat Kempi mengunyah pisang gorengnya...

"Hihihi... Ini pisang rasa ubi!"

"Hahaha betul sekali.. Alhamdulillah.."

"Aku mau bungkus beberapa potong untuk dibawa ke padang rumput ya Bunda.."

"Hmm boleh... Semoga kucing suka makan pisang rasa ubi ini.. Karena kita tidak punya pisang rasa ikan."

"Hahaha..." Kempi dan Bunda tertawa bahagia.

👆 Kisah itu terinspirasi dari kegiatan tea time bersama anak-anak. 
Kirei yang masih suka rewel, dengan mudah bisa diajak atau dialihkan hanya dengan menghadirkan tokoh Kempi.

Seakan-akan panggilan Kempi ini menjadi mantra ajaib..

Ketika terbangun di malam hari.. Kirei sering rewel.. Tapi setelah dipanggil..

"Kempi.." 

Maka kirei dengan mudah akan mengikuti arahan saya. :D 

Kamis, 07 Desember 2017

Kempi: Teman Baru

Kempi melompat-lompat diantara bebatuan. Tiba-tiba Kempi mendengar suara...

Gusrak...

Kempi terkejut, ia berusaha mencari sumber suara.

"Siapa itu?" Tanya kempi sambil menerobos ke semak-semak.

Miauuuw...


"Hai kucing... Sedang apa kamu di sini?"

"Miauww.. Aku sedang mencari makanan."

"O ow.. Tapi di kebunku ini tidak ada makanan untuk seekor kucing."

Rabu, 06 Desember 2017

Kempi: Sepatu Pelompat

Horee! Hari yang dinanti telah tiba. Ayah sudah pulang, dan mengajak Kempi piknik ke padang rumput. Ayah memberikan kejutan lainnya. 

"Ayah.. Apa yang ada di dalam tas itu?"
"Akan Ayah beri tau setelah kita sampai di padamg rumput ya.."

Kempi penasaran, tapi perhatiannya segera teralihkan ketika Bunda mengajak semuanya berangkat.

Keluarga Kempi melompat-lompat kecil, pergi menuju padang rumput.


Sampai di padang rumput...

Selasa, 05 Desember 2017

Kempi: Melompat di Pagi Hari

"Kempi.. Ayo bangun.."

Bangun.. Ayo bangun..
Hari.. Sudah siang..
Ayo lekas bangun..
Dan segera mandi..
Kita akan piknik pagi-pagi..


Bunda Kempi membangunkan Kempi dari tidur nyenyaknya dengan sebuah nyanyian yang akrab di telinga Kempi.

Senin, 04 Desember 2017

Menghadirkan Tokoh Dongeng Kempi si Kelinci Merah Muda

Tantangan level 10 benar-benar kombinasi seluruh materi bunsay 1 s.d 9! Bagaimana tidak, di level ini kita harus menghadirkan dongeng sebagai jawaban atas segala tantangan yang dihadapi setiap harinya.

Di saat tantangan ini muncul, semesta langsung mengiyakan dan memberi tantangan yang cihuy..

Kirei menolak untuk makan, dan memilih untuk main boneka tangan. Dan.. Ia langsung memilih boneka tangan kelinci berwarna merah muda.


Aha! Ini dia dongeng yang bisa dihadirkan. 

Senin, 20 November 2017

Membuat Kerajinan dari Sampah Plastik

Setiap rumah tangga pasti menghasilkan sampah rumah tangga. Biasanya sampah rumah tangga, dipindahkan ke oleh petugas kebersihan, dari TPS ke TPA. Lalu bagaimana nasib sampah-sampah tersebut?

Di beberapa kota, sudah ada tempat pengelolaan sampah terpadu. Tapi.. Jika sampahnya sudah campur aduk jadi satu, bagaimana mengolahnya ya?

Sabtu, 18 November 2017

Jurnal Harian Evelyn

Beberapa hari ini, Evelyn semakin ekspresif dalam mengungkapkan kegiatannya sehari-hari. Melihat Nisrin yang rutin membuat jurnal harian dan cerpen, Evelyn juga kabita dan ingin membuat jurnal hariannya sendiri. 

"Nisrin.. Aku pengen nulis. Tolong kasih tau caranya."

Iya.. Evelyn belum lancar membaca dan menulis, jadi ia membutuhkan bantuan Nisrin atau Saya ketika ingin menuliskan sesuatu. Tapi setelah 1 kalimat ia tulis, biasanya akan berkata..

"Capek banget, yang harus ditulisnya banyak. Aku gambar aja lah ya..." 😂

Iya.. Evelyn pembelajar visual imajinatif. Berkali-kali ia ingin menulis, namun otaknya terus berimajinasi, sehingga perlu memvisualkannya dengan segera. 


Visualisasi di otaknya lebih cepat dibandingkan harus memproses tulisan/kata-kata. 

Maka pendekatannya harus dibalik. Biarkan ia menuangkan imajinasinya secara visual hingga kebutuhannya terpenuhi. Setelah itu, kami minta ia menceritakan gambat buatannya.

Setelah ia bercerita, kami menuliskan ulang yang ia ceritakan, lalu membacanya bersama. 

Setiap anak memang unik. Mengidentifikasi kebutuhannya, menyelami minatnya, agar bisa meninggikan gunung dan meratakan lembah. Jangan Terbalik!

#ThinkCreative
#CerdasLiterasi
#KuliahBundaSayang
#InstitutIbuProfesional

Kamis, 16 November 2017

Kupu-kupu Raksasa

Mei 2017, Kali pertama Kami menggelar acara Suara Anak Perpus Ambu di Garasi Rumah. Kala itu, Evelyn menyiapkan sebuah cerita yang ia tulis sendiri. Kupu-kupu Raksasa.

Sebelum tampil, Evelyn sudah berlatih bersama Nisrin, dan Nisrin pun berjanji akan menemani Evelyn ketika tampil. Namun hari itu.. Evelyn batal tampil. Ia tiba-tiba menangis ketika berada di depan teman-temannya. Nervous..

Selang beberapa bulan, tepatnya 12 November 2017. Kami mengadakan kembali event Suara Anak. Tak disangka, Evelyn memutuskan untuk tampil membawakan kisah Kupu-kupu Raksasa. Kali ini, ia berlatih lebih serius. 

Hari pertunjukan pun tiba. Evelyn bangun tepat waktu, ia mandi pagi tanpa disuruh. Setelah berpakaian... Tiba-tiba ia mendapat ide,

"Bunda.. Harusnya aku bikin kostum kupu-kupu! Aku tahu caranya, aku bikin dulu ya."

Hha.. Mungkin teman-teman menganggapnya sebagai gagasan kreatif. Tapi saat itu.. Evelyn belum sarapan. Swing mood Evelyn sangat dipengaruhi kondisi perutnya. Jadi.. Bagi saya itu adalah tantangan.

"Oh iya.. Ide bagus. Sekarang sarapan dulu aja Ei.. Nanti kalau sudah sarapan, baru bikin kostum." Saranku padanya.

Tapi dia keukeuh, mau membuat kostum dulu. Saya melanjutkan sisa pekerjaan rumah tangga, sambil sedikit cemas. Karena biasanya.. Jika Evelyn melakukan kegiatan dengan kondisi perut yang belum happy.. Swing mood nya akan muncul. Dan, rawan bad mood seharian.

Ternyata benar.. Tiba-tiba ia marah-marah berteriak kesal. Ternyata hiasan di sayap kupu-kupu, tidak sesuai yang ia harapkan.

Saya membujuknya untuk berhenti membuat kostum kupu-kupu. Awalnya ia tidak mau. Kemudian saya yakinkan ia, jika semua sudah selesai sarapan, saya akan membantunya.

Tidak sampai 1 menit. Ia sudah khusyu' menyantap sarapannya. 

Ketika kami selesai sarapan, saya memenuhi janji untuk membantunya. Saya tunjukkan bahwa yang dia buat tidak salah. Hanya saja ia buat saat kondisinya kurang kondusif. Kami bekerja sama membuat sayap kupu-kupu. Memperbaiki error yang terjadi, dan menyempurnakannya bersama-sama. Kostum pun selesai. Dan pada hari itu.. Evelyn tampil memuaskan


Ini penampilan pertama Evelyn bercerita di depan teman-temannya. So proud of you Ei.. 😊 

#ThinkCreative
#KomunikasiProduktif
#KuliahBundaSayang
#InstitutIbuProfesional